Lompat ke konten utama

Red Walet Academy

Setiap Kamis sore, salah satu ruang kelas di SMA Labschool Rawamangun berubah jadi bengkel pesawat kecil. Meja-meja dipenuhi lembaran foam, kabel, remote control, dan perkakas. Di sinilah sekitar 20 siswa anggota ekstrakurikuler aeromodelling berkumpul untuk merancang, merakit, dan akhirnya menerbangkan pesawat model buatan mereka sendiri.

Siswa klub aeromodelling SMA Labschool Rawamangun merakit pesawat model

Satu Tahun, Satu Pesawat

Berbeda dari banyak ekstrakurikuler lain, kegiatan aeromodelling di SMA Labschool Rawamangun berfokus pada satu proyek besar sepanjang tahun, yaitu membangun sebuah pesawat model secara berkelompok. Proyek ini dikerjakan dalam banyak pertemuan karena prosesnya cukup kompleks, mulai dari memahami desain, memotong dan membentuk badan pesawat, memasang motor dan sistem kendali, sampai menyeimbangkan pesawat agar siap terbang.

Kompleksitas itu juga tercermin dari biayanya. Satu unit pesawat model bisa menghabiskan sekitar Rp5 juta hingga Rp6 juta. Karena itu, setiap tahap pengerjaan dilakukan dengan teliti dan penuh tanggung jawab, sebab satu kesalahan bisa berdampak pada keseluruhan proyek.

Belajar Mandiri dengan Model Klub

Ekstrakurikuler aeromodelling di SMA Labschool Rawamangun berjalan dengan model klub. Artinya, para siswa sendiri yang menggerakkan kegiatan: membagi tugas, berdiskusi, memecahkan masalah teknis, dan mengatur jalannya proyek. Lewat cara ini, siswa tidak hanya belajar soal aerodinamika dan elektronika, tetapi juga kerja sama tim, kepemimpinan, dan ketekunan.

Meski mandiri, para siswa tidak berjalan sendirian. Tim Red Walet Aeromodelling selalu hadir memberikan bimbingan, pendampingan, dan dukungan, mulai dari penjelasan teknis, saran perakitan, hingga memastikan pesawat aman sebelum diterbangkan.

Puncaknya: Terbang di Lapangan Sekolah

Momen yang paling ditunggu tentu saja saat pesawat selesai dibuat. Pesawat hasil kerja keras bersama itu kemudian diterbangkan di lapangan sekolah, dan seluruh peserta, sekitar 20 orang, mendapat kesempatan mencoba menerbangkannya. Bagi banyak siswa, inilah pengalaman pertama mengendalikan pesawat buatan tangan mereka sendiri di udara.

Lebih dari Sekadar Hobi

Melalui kegiatan ini, aeromodelling menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Siswa mengenal dunia kedirgantaraan secara langsung, berlatih berpikir teknis, dan merasakan kebanggaan melihat karya mereka terbang.

Red Walet Aeromodelling bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan para siswa SMA Labschool Rawamangun. Sekolah yang ingin menghadirkan ekstrakurikuler aeromodelling serupa dapat menghubungi Red Walet Academy untuk informasi kerja sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *